PART 3: 100 STARTUP TERPILIH, TAK ADA DI SISINYA

Sebelum berangkat mengikuti pembekalan di Jakarta, kami dikejutkan dengan informasi yang kami dapatkan:

peserta training harus sama seperti yang tertulis di dokumen.

Kami beranggapan bahwa peserta training bisa diwakilkan oleh tim, namun ternyata hanya bisa diikuti oleh mahasiswa yang tertulis di dokumen lomba.

Siapa yang tertulis di dokumen lomba?
Tentu saja, mahasiswa UNESA, Mas Dhanang.

Di saat seperti itu, perasaan saya bercampur, antara senang karena Supersquad Academy lolos, dan kecewa karena tidak bisa membawa platform sendiri ke perlombaan.

Sebagai orang yang suka mencari jalan keberhasilan, saya mencoba mencari jalan supaya bisa mengikuti training perlombaan, membawa Supersquad Academy bisa lolos ke tahapan selanjutnya.

Apa yang saya lakukan? Tentu saja bernegosiasi, dengan Mas Dhanang.

Saya bernegosiasi dengan Mas Dhanang, saya menceritakan bahwa Supersquad Academy adalah platform kesayangan saya. Saya merintis dengan mencari materi dan membuat video berbulan-bulan sendirian, minus mata saya bertambah karena selama berbulan-bulan harus di hadapan layar membuat video, dan berbagai hal lain yang saya anggap bisa meluluhkan Mas Dhanang supaya bisa saya wakilkan.

Namun Mas Dhanang berkata tidak bisa, karena aturan dari sana begitu. Saya pun tidak kehabisan ide, saya menawarkan ke Mas Dhanang untuk berpura-pura ada acara yang tidak bisa ditinggal pada hari itu, dan tim Supersquad Academy dari mahasiswa UNESA tidak ada yang bisa mewakili, sehingga saya yang akan mewakili UNESA.

Namun Mas Dhanang berkata tidak berani karena terlalu beresiko, khawatir ada masalah administrasi dan lain-lain nantinya.

Saya pun terus mencoba mencari jalan, saya mengatakan ke Mas Dhanang kalau saya akan berangkat Jakarta menggunakan dana pribadi. Mendengar itu Mas Dhanang berkata bahwa itu mungkin bisa.

Namun setelah ditanyakan ke pihak penyelenggara, ternyata peserta yang mendapat fasilitas penginapan dan konsumsi hanya peserta yang tertulis di dokumen lomba. Saya pun tidak mempermasalahkan, karena saya ingin menemani platform kesayangan saya di Jakarta.

Uang dan berbagai perlengkapan pun saya siapkan jauh-jauh hari …