PART 5 : UNESA bertemu UNAIR – Beradu Kepantasan Masuk 25 Besar

Setelah sholat ashar, saya bersama tim kembali ke ruangan untuk presentasi di depan juri.

Waktu yang diberikan sangat singkat, tidak lebih dari 10 menit. Dengan waktu yang terbatas tersebut, saya dan mas Dhanang mempresentasikan tentang platform dan progress yang sudah saya dan tim lakukan.

Sedikit melebihi waktu, namun respon yang diberikan oleh juri cukup baik, hanya saja terdapat beberapa catatan yang harus saya dan tim perbaiki.

Setelah tampil presentasi, saya bersama tim keluar ruangan, bergantian dengan tim UNAIR untuk tampil presentasi. Di luar ruangan, salah satu dosen yang melihat kami presentasi mengajak kami ngobrol dan berdiskusi tentang dunia startup. Kritik dan saran juga beliau berikan supaya kami bisa berkembang lebih baik lagi.

Mendengar banyaknya kritik yang kami dapatkan, membuat kami merasa belum pantas untuk masuk ke 25 besar. Namun di sisi lain, kami bersyukur sekali mendapat wejangan yang berharga untuk kebaikan kami dan Supersquad Academy kedepannya.

Setelah semua tim presentasi, semua masuk kembali ke ruangan untuk diberikan informasi dan evaluasi secara menyeluruh.

Di akhir, mas Dhanang bertanya kepada salah satu juri dari kemendristekdikti, tentang apa yang bisa dikembangkan oleh kami Supersquad Academy untuk bisa berkembang nantinya.

Setelah mendengar jawaban, saya berbisik ke Mas Dhanang,

“kenapa mas kok tanya gitu”,

Mas Dhanang menjawab,

“Tahu sendiri lah, berapa persen peluang kita masuk ke 25 besar”.

Apa yang saya rasakan sama seperti yang Mas Dhanang rasakan.

Kami merasa kecil, kami merasa belum pantas untuk bersaing ke tahap selanjutnya. Startup lain banyak yang sudah mapan dan menjaring mitra dengan organisasi-organisasi besar.
Sedangkan kami? Startup bayi yang masih butuh belas kasih dari orang lain untuk bisa belajar mengenal dunia Startup agar bisa berkembang menjadi lebih baik.

Sepertinya cukup sampai di sini perjuangan kami.

… bersambung