Part 9: Sebuah Persembahan

Jumat siang, 22 November.
Mas Dhanang dan Arsya menginjakkan kaki di Batam.

Perjuangan kami hingga membuat Supersquad Academy lolos 25 besar membuat pikiran kami berubah, yang semula kami menganggap membawa startup bayi yang tak pantas untuk bersaing dengan startup lainnya, berubah menjadi startup bayi super, alias bayi ‘hulk’, yang akan melumat siapapun di arena perlombaan.

Serangkaian kegiatan kami lakukan, hingga tiba saatnya kami bersaing dengan 24 startup lainnya, membuktikan siapa lima terbaik diantara mereka. Supersquad Academy mendapat nomor urut 11 untuk tampil pitching. Setiap tim melakukan pitching, tim yang lain harus berada di luar ruangan.

Sambil menunggu giliran, kami bersiap diri untuk memberikan persembahan yang terbaik.

Persiapan kami mengalami kendala.
Entah apa yang merasuki Arsya, berkali-kali ia keluar-masuk toilet. Lebih dari 5 kali terhitung.

Satu hal yang Mas Dhanang sadari pada saat itu, Arsya demam panggung.

Seketika Mas Dhanang menenangkan Arsya dan meyakinkan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, babak final di depan mata, jangan sampai ketenangan dan kefokusan hilang. Tinggal sedikit lagi, kami harus membuktikan di hadapan juri bahwa Supersquad Academy adalah startup terbaik diantara yang lain.

Tiba giliran kami pitching di depan juri. Waktu yang diberikan sangat singkat, hanya 3 menit!

Dengan waktu yang sangat terbatas tersebut, Mas Dhanang dan Arsya mempresentasikan Supersquad Academy dan progress yang sudah kami lakukan menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

Sedikit melebihi waktu, namun kami mendapat respon yang baik dari juri, tidak ada masalah yang terlalu berarti untuk kami.

Selesai tampil, Mas Dhanang dan Arsya bergegas keluar untuk bergantian dengan tim lain.

Setelah semua tim melakukan pitching di hadapan juri, Mas Dhanang dan Arsya menghampiri Mr. David, sebagai juri dari Singapore, seorang angle investor, yang menghubungkan startup-startup ke investor.

Kami meminta tanda tangan di atas lampiran pitch deck kami.
Sambil tandatangan, Mr David mengucapkan satu kalimat..

“Congrats, you are the winner”.

Mas Dhanang dan Arsya menganggap itu hanyalah kalimat motivasi, lalu membalasnya dengan ucapan ‘aminn’. Kami tak berharap terlalu berlebih, karena kami melihat masih ada peserta-peserta lain yang kami anggap lebih bagus.

Berbagai kegiatan lain Mas Dhanang dan Arsya lakukan bersama tim lainnya.

Hingga malam pengumuman pun tiba.